Skip to content

Kapal Yang Berlabuh Di Pelabuhan Memang Aman, Namun Bukan Itu Tujuan Dibuatnya Kapal

April 5, 2010

Sebuah catatan panjang tentang opini, pemikiran dan harapan-harapanku sebagai seorang ibu yang sebisa mungkin kusampaikan secara santai tapi penuh makna. Juga menceritakan tentang bagaimana hari-hariku sebagai seorang seorang wanita yang menjadi ibu juga sebagai dirinya sendiri dan sebagai seorang istri yang kujalani dengan segala warna warni.

Menjadi seorang ibu tak pernah menjadi cita-citaku sejak dulu bahkan terlintas sedikit pun tidak. Tak pernah ada di kepala dan hatiku untuk mempersiapkan diri menjadi seorang ibu. Hal yang seringkali aku sesali kini. Bahkan aku pernah berpikir seperti kata banyak orang biarkan semua mengalir begitu saja mungkin ada benarnya. Tapi ketika akhirnya aku menjadi ibu dari seorang anak perempuan yang aku dan suamiku beri nama Qibty Fatiha Zindah, aku tahu pasti anggapan orang-orang itu salah besar, setidaknya buatku. Jujur harus kuakui, aku belajar banyak dari anak perempuanku yang lebih suka menyebut dirinya “akhwat”.

Aku harus berpacu, berlari kencang untuk mengumpulkan perbekalan menjadi ibu agar dia bisa belajar banyak dariku. Sungguh itu sangat melelahkan bahkan seringkali mampu membuatku stress. Itu karena aku tak pernah mempersiapkan diri dan disiapkan untuk kelak menjadi seorang ibu. Bahkan awalnya aku tak tahu bahwa menjadi ibu adalah ladang amal yang teramat sangat luas. Aku tak pernah tahu sampai aku membaca sebuah hadist tentang itu:

“Apakah kamu tidak rela wahai wanita,bahwasanya:
Apabila dia hamil dari suaminya sedangkan suami ridha padanya,dia memperoleh pahala orang yang berpuasa yang aktif berjihad di jalan Allah.

Apabila ia merasa sakit (akan melahirkan), maka penduduk langit dan bumi belum pernah melihat pahala yang disediakan kepadanya dari pandangan mata (sangat menyenangkan).

Maka ketika dia menyusui, tiadalah keluar seteguk susu dan anaknya menyusui seteguk, melainkan setiap tegukan susu itu berpahala satu kebaikan.

Dan jika dia tidak tidur semalam maka dia mendapatkan pahala memerdekakan tujuh puluh budak di jalan Allah “ (Al-Hadist)

Karena itu aku ingin membuat catatan panjang ini agar bisa selalu mengingatkanku ketika aku merasa letih menjadi seorang ummi. Catatanku ini yang kubuat di “meja kerjaku” yang terletak sudut kamar tidur kami, kubuat ketika aku bersantai bersama putri kecilku.  Sebuah meja kecil dan kasur merah cukup buatku “bekerja” untuk mengawali sebuah perjalanan panjang menjelajah dunia ibu yang menjanjikan surga.

Dalam sebuah buku pernah kubaca, “Anak ketika dia masih kecil dia akan mengganggu tidur kita dan ketika dia besar dia akan menggangu hidup kita.” Aku tidak tahu benar atau tidak tapi yah… Anakku seperti anak-anak kecil lainnya memang sering kali menganggu tidurku.  Tapi akankah ketika besar nanti dia akan mengganggu hidup ummi dan abinya??? Hhhmm..  entahlah masih akan sangat panjang perjalanan kami.

Tapi aku akan berusaha keras agar anakku tumbuh jadi anak yang mampu menyejukkan hati dan mata tidak hanya bagi orang tuanya tapi juga untuk orang-orang di sekelilingnya. Walau aku juga banyak tahu para orang tua yang hidupnya benar-benar tak pernah tenang bahkan sampai anak-anak mereka dewasa dan juga menjadi orang tua seperti orang tua mereka. Itu karena anak-anak mereka tak pernah bisa benar-benar menjadi dewasa dan mandiri secara finansial dan pemikiran.

Aku tak tahu siapa dan apa yang salah. Karena toh aku sendiri tengah belajar jadi orang tua. Sungguh begitu inginnya aku sebagai orang tua agar anakku kelak bisa tumbuh menjadi manusia dewasa yang tak hanya bijak dan mandiri tapi juga menjadi manusia yang berakidah kokoh dan berideologi kuat. Aku sangat menginginkan itu bukan hanya karena aku tak ingin sampai aku tua nanti anakku akan terus mengganggu hidupku tapi aku ingin terus melihat dia sebagai bidadari syurgaku. Karena anaklah sesungguhnya investasi paling berharga dalan hidup ini yang akan bisa kita petik buahnya kelak di akhirat nanti, Insya Allah…

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: